Menjadi Seorang Product Manager

Product Manager? Mungkin banyak orang bertanya-tanya seperti apakah seorang product manager seharusnya. Begitu pula saya dulu. Saya memulai karir sebagai manager di sebuah perusahaan retail di Jepang (Pelajaran UI/UX dari menjadi Kasir di Jepang). Setelah 3 tahun bekerja, saya pulang ke Indonesia, dan bersama teman seangkatan di kampus dulu, membuat sebuah software house bernama Azura Labs. Walaupun sama-sama mengandung kata “manager”, menjadi manager di sebuah perusahaan IT tentunya adalah hal yang sangat berbeda dengan pengalaman saya menjadi manager di bidang retail.

Product manager sebagian besar tidak memiliki otoritas langsung ke timnya. Engineer, designer, marketing dan tim lainnya biasanya memiliki struktur lain yang mengkomandoi di dalamnya. Nah di sinilah tugas Product Manager yang tidak memberikan komando, melainkan menjadi true leader. Kenapa? Karena di sinilah bagaimana seorang Product Manager memberikan konteks, pendalaman produk, masalah dan pain points dari pengguna, dan lain sebagainya kepada tim untuk menyelesaikan masalah pada produk. Sehingga biasanya tim akan menjadi problem solver dari produk dan memberikan rasa memiliki terhadap produk tersebut.

Fokus pada masalah adalah salah satu tugas penting Product Manager. Selain itu, perlu kita garisbawahi bahwa fokusnya ada pada masalah, bukan pada solusi. Dengan demikian, seorang Product Manager dapat lebih dekat dengan kebutuhan utama pengguna dan dapat mengumpulkan informasi yang lebih kaya sehingga tim dapat bekerja sama dengan lebih baik untuk men-generate solusinya.

Perlu kita garisbawahi bahwa fokusnya ada pada masalah, bukan pada solusi

Menurut Martin Eriksson, penulis buku “Product Leadership, How Top Product Leaders Launch Great Products and Build Successful Teams“, Manajemen produk adalah tim olahraga.

Seorang Product Manager bisa dibilang sama seperti seorang pelatih tim olahraga. Tugasnya adalah mengkolaborasikan seluruh anggota tim. Maka dari itu, manager yang diktator dan memaksakan idenya tanpa mendengarkan tim tidak akan membawa produk menjadi dicintai penggunanya. Produktivitas kerja juga akan lebih tinggi ketika seorang manager mendengarkan tim dan memfasilitasi diskusi yang berbobot untuk membantu mengkoneksikan titik-titik yang kosong sehingga dapat menjadi solusi.

Sangat bernilai ketika seorang Product Manager melibatkan seluruh tim untuk memberikan pandangan dan pengalaman untuk mendesain sebuah solusi produk. Apapun role dari tim baik itu designer maupun engineer, semuanya merupakan pekerjaan kreatif. Sehingga sangat baik ketika kita mengobrol dengan engineer untuk menemukan solusi baik teknis maupun non-teknis. Apalagi, terkadang sudut pandang dari orang-orang dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda dapat memberi insight yang menarik. Dan mungkin saja, justru hasil dari diskusi-diskusi antar bagian tersebut dapat menjadi dasar bagi pemecahan masalah.

Everyone owns the product

Begitulah saran terakhir yang disampaikan oleh Martin Eriksson. Karena, seperti apa yang saya sampaikan di awal, rasa memiliki produk menjadi jaminan sukses atau gagalnya sebuah produk di pengguna. Tugas manager adalah memimpin tim untuk mengatasi tantangan produk bersama-sama, untuk mendapatkan yang terbaik dari semua orang di tim saat membangun produk, dan memberikan bantuan untuk menjaga agar semuanya tetap konsisten dan mengarah ke arah yang benar.

product manager, manager, project manager
By Burst in Pexels

Siapakah Ricky itu? Ricky adalah seorang Project dan Product Manager di Azura Labs. Dan siapakah Azura Labs? Yuk cek postingan ini untuk mengetahui lebih lanjut! Atau boleh kunjungi website Azura di https://azuralabs.id dan instagram Azura. Oh iya, kalian juga bisa berkonsultasi dengan GRATIS!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *